Archive | tumpahan pikiran.. RSS feed for this section

things you want in life..

13 Jul

kemaren, sebelum rutinitas treadmill-ku, ada temen yang nge-ym.. dia sendiri abis ngobrol sama temennya, tentang apa yang pengen dilakukan setelah S2nya selesai. dulu pun, si temen itu ngambil s2 karena belum dapet kerja.. *same thing I almost did!*

temenku jadinya malah nanya.. “where and what you’ll be in the next few years?”

dan kira-kira, inilah keinginanku:

1. nikah dan punya anak

2. pengen bisa jait

3. pengen bikin patchwork dari kain2 motif kepik

4. punya gift shop

5. punya toko kue

6. bisa jait baju

7. bisa bikin bantal2 kecil yang lucu

8. bisa bahagiain ortu dan keluarga dengan menghadirkan anak yang menyenangkan di rumah

9. bisa lebih baik dalam pekerjaan

10. bisa ngelahirin buku tanpa cacat2 dodol *uuuugh*

11. bisa bikin novel?

12. bisa nerbitin buku cerita anak Islam

13. bisa jadi istri sholehah, ibu sholehah, dan putri sholehah

14. naik haji/umroh

15. many many maaaaany things!

this thing will probably adds up the next time things pop up into my mind.. owh, rite!

16. be craftier!

17. have a craft blog

 

oookay..

tolerating..

4 Mar

I am concluding something..

when you love someone, you will forgive.. no matter how bad it hurts you..

is it right? I mean, is it just me or others feel the same about that too? well, forgiving is not forgetting nor letting them just walk by without any consequences.. but it’s more like trying to understand, and be ikhlas about it.. some mistakes are easy to forgive, some are not. either way, you will have to forgive when someone seeks forgiveness from you. that’s what Islam taught you..

I just experienced something a couple of days ago. something that hurts me so bad, but I couldn’t shed my tear at that moment. after hours, just when I was going to sleep, I burst out crying. they have asked for forgiveness, and in my heart, I don’t know how to forgive.. :( is it going to happen again? is forgiving means that I am forgetting? because it’s not easy to forget.

then I decide to forgive. the love I had was just too big compared to whatever it is that they do. I hope Allah would kindly help me, to give me strength, to teach me how to be ikhlas, and to trust..

bismillah.. I seek only Allah’s blessings..

surat untuk hujan..

26 Oct

hujan yang baik, perkenalkan, namaku Prinandita Adhika, hanya salah satu dari milyaran manusia yang hidup di bumi. hanya sejentik kecil ciptaanNya.. aku sudah hidup lebih dari 25 tahun, dan sudah selama itu pula aku mengenalmu.. rintik airmu, derai tawamu, bahkan saat kau menumpahkan airmu dengan kasar pada kami..

hujan yang baik, aku punya permintaan untukmu.. mungkin permintaan ini mewakili banyak orang di Jakarta.. kota yang kudiami.. kota tempat aku dan orang-orang yang kusayangi hidup.. aku mohon, hujan.. jangan turun terlalu lebat dan membuat kota ini menjadi empang.. turunlah dengan damai, meneduhkan kota metropolitan yang penuh sesak ini.. basahilah Jakarta yang gersang ini, berikan penghidupan pada tanaman-tanaman yang terbunuh perlahan oleh polusi yang semakin kental..

hujan yang baik, tahukah kau? jika kau turun terlalu lebat dan lama,  kau akan menyiksa banyak manusia.. Jakarta menjadi macet, jalanan berubah menjadi tempat parkir kendaraan karena semua tidak bisa bergerak. mereka yang di luar rumah, akan saaaangat terlambat sampai di rumah. kasihan mereka, hujan.. pasti mereka lelah, merindukan keluarga, merindukan makanan untuk mengisi perut mereka setelah bekerja seharian, juga merindukan tidur yang nyaman untuk memulihkan energi mereka..

hujan yang baik, apakah kau melihat akibat yang kau berikan pada manusia di Jakarta kemarin? beberapa orang menghabiskan malam dan dini harinya di jalanan, berusaha untuk sampai ke rumah dengan selamat. seseorang tersengat aliran listrik, dan beberapa mobil ringsek karena truk kontainer yang tak mampu bertahan di jalan menanjak dalam kemacetan..

jadi, hujan yang baik, maukah kau berbaik hati pada kami..? turunlah ke bumi sebagai berkah dariNya, bukan sebagai amarahNya.. tapi jika memang Dia menurunkanmu sebagai pengingat kami, maka kami akan meminta padaNya untuk diberi kelapangan hati, kesabaran, dan kekuatan.. :)

hujan yang baik, akankah kita bertemu lagi hari ini?

kesetiaan..

7 Jul

dua hari yang lalu, aku menghubungi seorang teman. I was feeling rather bored, so I asked her out on a date.. *what??* hihi.. kidding.. :p tapi bener, dua hari yang lalu lagi bosen banget, butuh ketawa aja.. jadi aku nge-sms seorang teman itu, ngajakin ketemuan setelah pulang kantor. tapi baru teralisasi kemarin, setelah memutuskan bahwa kayanya mending selasa aja deh..

jadi.. kemarin aku pulang kantor dalam keadaan happy syalala karena bakal ketemuan sama teman baikku ini. tempat ketemuannya sangat terjangkau kami berdua, jadi tidak ada yang direpotkan. aku bahkan masih bersyalala ketika bus yang kutumpangi tiba2 terdiam tak bergerak. persnellingnya nyangkut!! hyahahaha.. “gigi”nya ga mau masuk dari netral ke 1.. dan bgitu akhirnya bisa pindah ke gigi 1, udah, mentok aja tuh di 1. alhasil, bus jalan pelaaaaaaaaaaaaaaaaaan banget.. greg.. greg.. greg.. dan akhirnya penumpang dioper. aku sih memutuskan untuk ga ikut2an masuk ke bus operan yang penuh dahsyat itu. mending bayar 2000 deh daripada umpel2an kya sarden di sana.

sampai di tempat janjian, kami akhirnya memilih suatu gerai junk food untuk makan dan duduk mengobrol.. dan mengalirlah cerita itu.. tentang seorang pria yang dia kagumi, dan ternyata pria itu pun menyukainya.. is it a good thing? well, yes, if there’s no boundary.. masalahnya adalah.. pria itu sudah menikah! dan teman baikku ini juga mengerti, mereka harus jaga jarak. untungnya, pria ini pun pria baik2, dan dia memutuskan untuk menjaga jarak dengan temanku. begitu pun dengan temanku.

dia bertanya padaku.. “gw salah ga sih, Pie?”. hmm.. menurut gw sih engga. toh dia ga ngapa2in kan? dia baru bisa dibilang salah kalo dia terus ngikutin perasaannya dan mengganggu rumah tangga pria itu. kalo dia mundur dan menjaga jarak, menurutku itu perbuatan yang mulia.. :) menemukan pria yang tepat itu tidak mudah, namun melepas pria yang kau anggap tepat karena kau tau itu salah adalah perbuatan yang.. wow.. it takes strength and courage for that.. dan aku bangga punya teman sepertimu.. :)

aku jadi berpikir.. apakah pria itu masih bisa dikatakan “setia” pada istrinya? menurutku iya.. kesetiaan ga melulu tentang “tetap melihat pada satu orang”, tapi juga tentang bagaimana kau “tetap bersama satu orang”. pria itu tidak pernah benar-benar berpaling dari istrinya. dia hanya “menyelipkan” temanku dalam suatu ruang kecil di hatinya, dan dia tau itu salah, dan memutuskan untuk menjaga jarak. that’s a noble thing to do.. :)

kalau suatu hari nanti suamiku ngalamin ini.. aku pilih tidak tahu.. asalkan dia setia dan menjauhi perempuan lain itu.. :) semoga Allah menjaga kami nantinya..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.