barusan, seorang teman mengirimkan ini untukku melalui FB setelah dia sempat mengomel mengetahui keinginanku untuk berkarir dan tidak menikah. hahaha.. ga jauh beda kan sama lo sebenernya? lo juga menunda..
Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab.
Mereka yang bermain dengannya menyebutnya sebuah permainan.
Mereka yang tidak memilikinya menyebutnya sebuah impian.
Mereka yang mencintai menyebutnya takdir.
Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita.
Kadang Ia pun melukai hati agar nikmat-Nya bisa tertanam dalam.
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya.
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.
Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.
Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dahulu.
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu.
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.
Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan,
ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai,
ketimbang mencoba memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat,
karena hidup terlampau singkat untuk dilewati bersama pilihan yang salah,
karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan mistePerlu kau ketahui bahwa mawar tidak mekar dalam waktu semalam.
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari.
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan.
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama,
dan penantian kita tidaklah sia-sia.
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal,—iman, keberanian, tawakal, dan pengharapan—penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorang pun bayangkan.
Pada akhirnya, Allah dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu,
karena alasan yang penting.
-anonim-
sebenernya ini bukan pertama kalinya dia ngirim ini ke aku. ini kedua kali. dan dia MAKSA aku buat buka inbox FB dan baca ini lagi. pertama kali aku baca ini dulu, aku langsung nangis sesunggukan. kali ini? engga, aku ga nangis. I am stronger now, like I promised. aku hanya mengangguk, lalu menggarisbawahi sesuatu.. Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai,
ketimbang mencoba memuaskan diri dengan apa yang ada.













