Buang Sampah

Ga tau udah berapa malam gw tutup dengan derai air mata ketika anak2 terlelap..

Lelah, ya Allah.. semoga Kau ganti dengan surga-Mu nanti..

Lelah fisik, lelah hati, lelah mental, segala2nya..

Iya aku tau, Allah Maha Membolakbalikkan Hati.. Allah yang bisa tenangkan gw, dan gw udah minta, tapi masih belum tenang.. sakitnya masih nusuk2 ga karuan, marahnya masih bisa dipake buat banting barang, dan semua harus kutahan demi anak-anak-anak.. hidup gw secara duniawi memang hanya untuk anak2 kali ya.. udah melupakan kebutuhan duniawi gw sampe gw bisa gila sendiri kali..

Sementara ibu2 lain masih ketemu temen2nya, gw di rumah aja chatting.. ketawa virtual, nangis virtual, pelukan virtual, dunia virtual lah gw. Buat orang2 juga kehadiran gw mungkin cuma virtual juga.

Pengen ini itu, lupakan saja sudah. Emak 3 anak ga usah kepengen macem2 lah. Bisa makan bisa tidur aja udah syukur. Grocery shopping yang dulu jadi ajang have fun juga udah ga fun dan berubah jadi grocery shopping online. Semuaaaaaaaa online.. sekalinya ketemu manusia, dengerin orang ngomel. Taik bgt lo.. orang2 lo palakin, gw stand up buat mereka, lo ga ngerti2.. *lah kok jadi ke sini sih

HAHHHH BANGSAT

Advertisements

Letting out

I never knew it was that deep. I thought it was, but I was never sure. Now I know and I don’t like it. Yes it hurts. Everything make sense now. That time when this happened, or the other time when that happened. Now I understand.

It was good knowing this, though. I finally have a chance to say the things I’ve been keeping to myself. Those tears I’ve shed, hiding away. Those anger I kept inside my heart. Those heartaches I try to mend.. I haven’t said it all, but I think it’s enough for now.

I hope this ends here, because the only thing keeping me from hurting that person is Allah. May Allah keep me in peace.

Insting

Beberapa hari ini merupakan hari-hari melelahkan.. pikiran gw masih sangat-sangat dipenuhi oleh MPASI Abdurrahman.. hal lain terbengkalai.. I just don’t have room for anything else. Kemudian Nada sakit.. ya Allah, I need Your blessings in these. Qadarullah, I believe You! Dan gw tau gw bisa handle ini, karna Allah ga akan kasih gw masalah yang ga bisa gw handle, bismillah!

Tadinya berencana ga bilang ke suami, ntah sampai kapan. Tapi akhirnya harus bilang karena kalo ga bilang akan menimbulkan ucapan2 dusta.. alhamdulillah beliau menerima beritanya dengan baik. Ya, ini qadarullah.. Qadar dari Allah.. kita berusaha, kita ikhtiar.. ketika Allah bilang itu akan terjadi, maka terjadilah.

So.. insting.. tiba2 suami wa, “are you ok?”. Rasanya pengen jawab, “NO, I AM NOT”. Aku lelah, psikis terkikis.. fisik biarlah lelah, tak mengapa, tapi psikis yang terkikis itu menguapkan segalanya..

Akhirnya pertanyaan beliau kujawab dengan pertanyaan lagi, “memangnya kenapa?”. Dan beliau bilang hanya bertanya saja.

Deep down, gw merasa kalo dia di sana pun sebenernya merasa resah, makanya sampe nanya.. insting. Insting suami yang jauh dari istrinya..

Tapi gw ga mau ganggu pikirannya.. gw pengen dia lebih tenang.. tanpa masalah gw pun dia juga udah punya masalah sendiri, buat apa nambah2in pikiran dia kan.. biarlah sekarang ini gw pendam aja 😊

Terima kasih atas perhatianmu.. in syaa Allah aku bisa melewati ini, kita punya Allah yang Maha Membolakbalikkan Hati.. Allah yang memiliki hati kita.. semoga Allah melembutkan hati-hati yang keras..

Bismillah

Mengingat Kematian

Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un

Dua hari terakhir kemarin, dapat berita duka berturut2. Diawali dengan kepergian baby Athalla, anak kedua Tika, di usia 35 hari. Lalu kemarin dapat berita kepergian Nidong, member ITBMh, EL04 ITB..

Mereka pergi karena sakit, memang bukan kepergian yang “mendadak”, tapi tetap saja, ajal adalah salah satu rahasia Sang Pencipta..

Dua berita itu lumayan mengganggu kestabilan emosiku, ada resah yang tak bisa hilang, dan terungkap nyata dalam sikap harianku. Mau ngapa2in rasanya kok blong aja gitu. Apa gw udah siap menghadap-Nya ketika waktu tugas gw di dunia sudah selesai?

Teringat anak2 dan suami.. dan gw ga bisa nerusin nulis lagi.. too deep..

Eksistensi Diri

Aku bosan. Like, beneran bosan. Literally. Eh ciyeh anak Jaksel.. wakakak..

Eh seriusan lagi bosen. Huff. Kya yang lagi stuck banget gitu di rumah. Anak2 sekolah, gw di rumah. Mau ngapa2in juga terbatas gerakannya karna bayi lagi sering nemplok. Mau pergi? Err bawa ekor tiga? Hahaha yang ada gw yang cranky deh..

Ah ya sudah lah, terima nasib. Namanya juga IRT, ya begini deh..

oh jadi ngeluh, nih?

Ngeluh ga ya? Bosen kan boleh yaaa.. bulan ini grocery shopping aja online, booo.. recharge ke kajian juga engga.. ketemu temen paling seminggu 10mnt bersapa2 waktu ketemuan jemput anak2 sekolah..

Tapi ya mungkin memang ini lah fungsi gw sementara ini, memendam keinginan untuk begini begitu supaya anggota keluarga lain terpenuhi haknya, supaya mereka bisa berkembang, bisa mewujudkan eksistensi diri. Gw eksis dalam hidup mereka aja kyanya 😂

Kalo liat2 ke sekitar, yang pada bisa masak ini itu, yang pada baking ini itu, ikut pelatihan ini itu, jalan2 ke sana ke mari, yang kyanya hidupnya memberi nilai banyak gitu loh ke orang lain, rasanya kok ya gw ciut bener ya.. ga bisa apa2 gini.. masak engga, baking engga, rumah rapi juga engga.. hah elah..

Menghempaskan diri di kasur dulu ah. I need a little break.

Take a step back

There are times, when you are so filled with negative thoughts, negative things, negative imaginations, and you really wanna do something also negative to erase all those in mind, you need to take a step back, sit down, and think about it..

Is it really necessary? Will it heal everything or are you actually making a new wound?

I’m not perfect. Those nice words were only words, cause I’m not a supermom. I never was, maybe I never will. Maybe I was never the perfect one either.. Maybe I was never the one anyway..

Hello

Hi there.. it’s been a very long time since the last time I wrote here.. and it’s been a while since writing is no longer my hobby. I don’t read much either, because a life as a mother of three made me chose to sleep with the kids when they fall asleep. Why, though? Well because when I don’t get enough sleep, then I get cranky. And when I’m cranky, guess who are the victims? Yup, my kids.

Well yeah, it’s an excuse. Because I don’t cook, I don’t drive. I don’t do anything. I just sleep all day, right? Because living in the house, not meeting any adults and not having a social life doesn’t kill me, so I guess it’ll make me stronger, no?

But hey, let’s staighten up your intentions! Do it for the sake of Allah. Do it to get Allah’s blessings. Do it for Allah.. do it for Allah.. do your best, even if you have to cry silently so the kids won’t see. Do your best, even when your kids think you’re hugging them to comfort them it’s actually them comforting you. Do it for Allah.. do it for Allah.. bismillah..