di kantor ada penambahan personil editor di beberapa divisi.. di EFK bertambah satu, di EFK-TK juga bertambah satu, esensi 1 juga nambah satu orang koordinator, dan ternyata divisiku-Perti 2-juga ada satu editor tambahan untuk kedokteran & keperawatan..
alhasil, posisi duduk di ruangan editor nonbupel ini berubah! bergeser-geser, tuker-tukeran tempat duduk supaya posisinya sesuai sama divisi masing-masing, dan segala macam pertimbangan lain yang tentunya bukan saya yang menimbang.. :p
saya sih, pindahnya tidak sampai harus keluar dari kubikel.. saya hanya berpindah ke posisi diagonal dari posisi sebelumnya.. tapi, sekarang saya jadi menghadap tembok, membelakangi apapun yang terjadi di koridor antarkubikel itu.. 😦 untuk menyendiri, posisi ini strategis.. tapi untuk saya yang lebih senang menyapa orang-orang yang lewat atau datang, saya sedih.. 😦
proses pindahannya, menurut saya pribadi, agak sedikit menjengkelkan.. sementara saya sudah mengosongkan meja saya, meja yang akan saya huni masih aaaamat sangat berantakan sekali! dan orang yang pindah masuk ke kubikel saya, membawa barang-barangnya yang membuat kubikel ini jadi penuh dan berantakan. dan dia meletakkannya sembarangan, tergeletak di mana-mana, tidak teratur, dan membuat saya ingin memalingkan wajah dari tumpukan barang-barang ajaib itu..
dan setelah dibereskan dan diatur ulang, mejaku jadi terasa lebih homey.. 🙂
di pojokan seperti itu, saya merasa harus punya mata ketiga untuk melihat kondisi di belakang, jadi saya menempatkan sebuah cermin yang bisa digunakan sebagai spion.. 🙂
oh well, new desk, new ambience, new home I hope… 😀



You must be logged in to post a comment.