bullying sebenernya ga cuma terjadi di sekolah aja.. di kantor, kuliah, bahkan di tempat-tempat yang umum pun, saya, kamu, dan mereka, bisa saja jadi korban bullying. dan mungkin pelakunya pun melakukannya tanpa sadar.
bagi saya, bullying tidak harus berbentuk kontak fisik. bullying bisa saja terjadi dalam bentuk intimidasi melalui kata-kata, bahasa tubuh, atau sekadar lirikan mata. semuanya bisa menimbulkan rasa tertekan pada si korban, rasa ditindas, rasa dikecilkan, atau apalah namanya, terserah bagaimana Anda mendefinisikannya.
saya punya seorang teman yang harus berkali-kali melewati lingkungan yang mem-bully-nya. ketika SMP, dia memang jelas-jelas di-bully, bahkan ketika saat SMU dia kembali bertemu dengan si pelaku, dia memutuskan untuk pindah sekolah, ke daerah yang kira-kira aman dari jajahan si pelaku. dan ketika dia bekerja, tanpa sadar, dia pun menerima perlakuan bully-ing. ya dari rekan-rekannya meskipun sebenarnya hanya berupa candaan, dan tentu dari atasannya, yang menurut saya pribadi, benar-benar memanfaatkan kebaikan dan ketulusan hati teman saya ini.
dan hari ini.. harus saya akui bahwa saya merasa menjadi pihak yang ter-bully oleh lingkungan sekitar saya. mungkin mereka bermaksud bercanda ketika mereka mengatakan hal-hal itu. tapi apakah saya tidak tersakiti? apakah saya kemudian tidak merasa kecil dan terinjak? mungkin juga, saya merasakan hal-hal demikian karena saya sedang menjalani hari-hari tamu bulanan saya, ntah lah. yang jelas, hari ini saya akhirnya menangis. sejak kapan, mengikuti perintah Allah itu menjadi sesuatu yang seolah salah? Allah tidak pernah memerintahkan hamba-hambanya untuk melakukan sesuatu yang sia-sia, apalagi sesuatu yang salah!
saya mau pulang dan tidur. saya mau pulang. dan tidur. saya. mau. pulang. dan. tidur.

You must be logged in to post a comment.