anti-bullying

bullying sebenernya ga cuma terjadi di sekolah aja.. di kantor, kuliah, bahkan di tempat-tempat yang umum pun, saya, kamu, dan mereka, bisa saja jadi korban bullying. dan mungkin pelakunya pun melakukannya tanpa sadar.

bagi saya, bullying tidak harus berbentuk kontak fisik. bullying bisa saja terjadi dalam bentuk intimidasi melalui kata-kata, bahasa tubuh, atau sekadar lirikan mata. semuanya bisa menimbulkan rasa tertekan pada si korban, rasa ditindas, rasa dikecilkan, atau apalah namanya, terserah bagaimana Anda mendefinisikannya.

saya punya seorang teman yang harus berkali-kali melewati lingkungan yang mem-bully-nya. ketika SMP, dia memang jelas-jelas di-bully, bahkan ketika saat SMU dia kembali bertemu dengan si pelaku, dia memutuskan untuk pindah sekolah, ke daerah yang kira-kira aman dari jajahan si pelaku. dan ketika dia bekerja, tanpa sadar, dia pun menerima perlakuan bully-ing. ya dari rekan-rekannya meskipun sebenarnya hanya berupa candaan, dan tentu dari atasannya, yang menurut saya pribadi, benar-benar memanfaatkan kebaikan dan ketulusan hati teman saya ini.

anti-bullying

dan hari ini.. harus saya akui bahwa saya merasa menjadi pihak yang ter-bully oleh lingkungan sekitar saya. mungkin mereka bermaksud bercanda ketika mereka mengatakan hal-hal itu. tapi apakah saya tidak tersakiti? apakah saya kemudian tidak merasa kecil dan terinjak? mungkin juga, saya merasakan hal-hal demikian karena saya sedang menjalani hari-hari tamu bulanan saya, ntah lah. yang jelas, hari ini saya akhirnya menangis. sejak kapan, mengikuti perintah Allah itu menjadi sesuatu yang seolah salah? Allah tidak pernah memerintahkan hamba-hambanya untuk melakukan sesuatu yang sia-sia, apalagi sesuatu yang salah!

saya mau pulang dan tidur. saya mau pulang. dan tidur. saya. mau. pulang. dan. tidur.

 

 

 

 

http://www.deccangazette.com/world-news/anti-bullying-program-cuts-nasty-gossip-among-school-children.html

bulir kata dan air mata..

curhat.. perempuan memang hobi curhat kan? termasuk saya.. tapi sekarang, saya sudah mulai mengurangi “hobi” itu.. tidak lagi menuangkan perasaan dengan mudahnya di social media.. saya juga tidak membuat akun twitter karena khawatir jadi semakin tidak terbendung..

kali ini, saya menutup mulut saya rapat-rapat.. hanya tersenyum mendengarkan, dan sesekali menganggukkan kepala, merespon ceritanya.. adalah seorang teman perempuan di kantor, yang pagi ini datang ke kubikelku, dan bercerita.. bibirnya tersungging, melukiskan senyuman di wajahnya, namun mata besarnya basah.. sepasang mata yang biasanya terbingkai sebuah kacamata, hari ini terlihat lebih lepas dan ekspresif dengan soft lens cokelatnya.. saya tidak tahu menahu mengenai soft lens, apakah soft lens akan rusak atau menyakiti matanya jika ia mengeluarkan terlalu banyak cairan dari matanya? untungnya tidak.. 🙂

saya hanya mendengarkan ceritanya.. cerita yang membuat saya pun menggali memori dalam kepala saya.. sedikit berbeda, namun sedikit banyak, saya bisa merasakan apa yang teman saya ini rasakan.. bedanya, saya sudah mantap memilih, sementara teman saya belum..

pilihlah, saudariku.. pilih dengan hatimu.. biarkan Allah yang tunjukkan mana yang terbaik untukmu, hidupmu, dan agamamu.. tundukkanlah kepalamu padaNya, dan Allah akan membimbingmu melewati semua ini.. aku ada di sini untuk menampung air mata dan senyummu.. 🙂