aku dan hujan

untukku, hujan seperti pembasuh hati yang panas.. saat galau dan rasanya ingin berlari ntah ke mana, hujan rintik yang tenang membuatku merasa disambut. dan aku pun sering kali menyambutnya. pulang kantor, berjalan di bawah rintik hujan sambil menengadahkan kepala dan merentangkan tangan. ah, nyamannya ketika bulir-bulir air cantik itu mendarat di kedua pipiku, di kelopak mataku, juga di kedua telapak tangan yang kutatapkan ke arah langit..

saat orang menggerutu karena hujan yang masih rintik, aku mencintainya.. mencintai terpanya.. mencintai betapa indahnya bulir-bulir air itu membasahi rerumputan dan mengetuk-ngetuk jendela..

azrabezadic.deviantart.com

lelaki teknik..

akhir-akhir ini, aku baru menyadari sesuatu.. ternyata, aku memang harus menikahi laki-laki dengan latar belakang teknik.. hehe.. bekerja di perusahaan penerbit seperti ini, memperluas pergaulanku. sebagai editor, mau tidak mau, aku bergumul dengan orang-orang yang jago bahasa.. kebanyakan editor di sini perempuan, hanya ada segelintir laki-laki, apalagi laki-laki yang latar belakangnya teknik. mungkin cuma divisiku saja yang ada laki-laki berlatar belakang tekniknya, karena memang yang kami kerjakan adalah buku teks kuliah MIPA dan teknik.

aku sih, nyaman-nyaman saja bergaul dengan semuanya.. eh, ada sih beberapa yang bikin ga nyaman *lirik manusia purba*, tapi rata-rata seru dan menyenangkan kok. apalagi mereka-mereka yang punya latar belakang pendidikan berbeda denganku. sosial. apa pun jurusannya. aku sering terkesima dengan pengetahuan mereka tentang tokoh-tokoh Indonesia *dan dunia juga*. sementara aku rasanya tidak mengenal sosok-sosok yang mereka bicarakan, mereka bisa membahas tentang orang-orang itu dengan detail. wow! awalnya sih aku suka dengerin, karena memang itu hal baru untukku. tapi lambat laun, aku bosan. bagiku, apa sih asiknya politik? apa sih asiknya orang-orang itu? sebagai perempuan saja, aku tidak peduli pada gosip artis. sering kali saat berkumpul dengan teman-teman perempuan, aku tidak tahu siapa yang mereka bicarakan. padahal, katanya, orang itu artis. ah, peduli apa aku?

nah, punya pacar calon suami dengan latar belakang teknik dan punya teman-teman satu lingkungan dengan latar belakang sosial, membuatku membuka mata. sepertinya aku memang lebih cocok punya suami *imam* yang berlatar belakang teknik deh. hey, ini bukan diskriminasi or what-so-ever ya.. mungkin karena ayahku yang teknik banget, dan aku terdidik dalam keteknikan beliau, ditambah dengan aku yang kuliah di jurusan teknik, dan berkubang bersama teman-teman yang sama-sama teknik, aku jadi lebih menikmati pembicaraan “anak teknik” dibandingkan “anak sosial”. bahkan.. aku prefer laki-laki teknik daripada laki-laki yang dari kedokteran. padahal, kurang bright apa sih mereka? ya kan? tapi ya ituuu.. seumur hidupku sepertinya aku sudah dicelupkan ke dalam dunia teknik.. meskipun aku cinta juga sih kepalangmerahan..

so, Didik Pramuji.. dengan segala ketidakromatisanmu itu, dengan segala hobimu yang berhubungan dengan elektronik, ngoprek, dan lain-lain itu.. yes, I have chosen you.. ya, aku nyaman bersamamu, meskipun kamu kadang bikin aku sakit kepala karena ngomongin teori kontrol saat kita makan malam 😉 atau ketika kamu ngomongin masalah fenomena transpor *iya, aku memang dapet nilai A, tapi udah lupa tuuu*. meskipun aku mungkin ga bisa juga kalo soal-soal teknik, atau tetep aja bloon kalo dengerin mereka-mereka ngomongin masalah yang teknis-teknis gitu, but hey, this is my world.. and I’m lovin’ it.. thanks to my beloved father.. :*

 

kucing galau

tadi pagi, seorang teman kantor me-retweet sebuah tweet dari Dewi Lestari @deelestari *iya, yang penulis keren dan penyanyi ituh*, yang bunyinya:

If there’s an award for Overused Word Of 2011, I bet it would go to: “Galau”.

ehehehe.. bener juga tuh.. ada apa dengan kata “galau” tahun ini sih? kalo dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) sih, pengertian “galau” adalah

ga·laua,ber·ga·laua sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran);
ke·ga·lau·ann sifat (keadaan hal) galau

nah.. kemarin itu, sepulangnya aku, Novi, Nisa, Prita, dan Yuki dari makan mie ayam rica-rica *will post about this later*, kami ketemu seekor kucing yang sedang duduk diam sambil melihat ke rumpun tanaman di hadapannya. si kucing tetap diam ketika kami melintas dekat di belakangnya. lucu banget! jadi aku mengambil gambarnya.. mengabadikan keanehan si kucing..

kucing galau

panggilan “kucing galau” ini dapetnya dari si Nisa yang bilang kalau kemarin sore dia lihat kucing ini di tengah lapangan, lagi bergalau ria lagi.. alias diem ga jelas ngeliatin apaan.. 🙂 kamu lucu deh, kucing.. tapi maaf ya, saya bukan penggemar kucing.. hehe..

mengurus surat nikah

insyaAllah, aku akan menikahi laki-laki pilihanku dalam tiga bulan lagi.. *halah, bahasanya lebay.. :p

beberapa bulan yang lalu, mungkin Agustus, aku sama si pacar calon suami udah ke KUA buat nanya-nanya apa aja yang perlu dipersiapkan untuk ngedaftar ke KUA.. kami diberikan secarik kertas hasil tulisan si ibu, isinya ya itu, surat-surat dan kelengkapan yang diperlukan untuk menikah.. ihiy!

kelengkapan dan surat nikah ke KUA

setelah sekian bulan berlalu, baru deh kami benar-benar mengurusnya.. hehe.. dan baru kemarin, si calon suami mengirimkan email untukku, isinya prosedur pendaftaran ke KUA itu.. malah lebih lengkap, lebih detail, dan lebih membantu kalau menurutku.. padahal kalo dari sisiku, udah siap suratnya.. tinggal nunggu dia nih..

Kalau menikah di kediaman Calon Pengantin Wanita (CPW), langkah-langkah persiapannya antara lain adalah :

Langkah Pertama
CPW ke RT dan RW setempat untuk minta pengantar surat dari RT dan RW. Bawa fotokopi KTP CPW (2 lembar).

Langkah Kedua
CPW ke KELURAHAN dengan membawa fotokopi KTP CPW (2 lembar), surat pengantar RT dan RW (langkah pertama), fotokopi KK CPW (2 lembar), fotokopi KTP Calon Pengantin Pria (CPP), fotokopi KK CPP.
Hasilnya : Surat N1 dan N4 untuk dibawa ke KUA

Langkah Ketiga
CPP ke RT dan RW setempat untuk membuat surat pengantar. Bawa fotokopi KTP CPP (2 lembar), fotokopi KTP CPW (PENTING, agar ditulis keterangan menumpang menikah di KUA dekat tempat tinggal CPW).

Langkah Keempat
CPP ke KELURAHAN untuk bikin SURAT PENGANTAR KUA NUMPANG NIKAH. Bawa fotokopi KTP CPP (2 lembar), fotokopi KK CPP (2 lembar), fotokopi CPW (1 lembar), fotokopi KK CPW (1 lembar).
Hasilnya :Surat N1 dan N4 untuk dibawa ke KUA

Langkah Kelima
Ke KUA CPP untuk membuat SURAT NUMPANG NIKAH. Bawa Surat Pengantar dari Kelurahan CPP, KK CPP, KTP CPP, KK CPW dan KTP CPW. Biaya sekitar 100k IDR.

Langkah Keenam
Ke KUA CPW dengan membawa Surat Pengantar dari Kelurahan CPW, Surat Numpang Nikah CPP, KK CPW dan pas foto 2×3 (3 lembar masing-masing). Biaya sekitar 100k IDR bukan termasuk biaya penghulu.
Hasil : Surat keterangan akan menikah di KUA …….

nah, untuk yang sedang dalam tahap persiapan menikah yang ini, selamat mengurus-urus ya.. 🙂

oia, info ini dipersembahkan oleh agan anto65 di sini.. thanks ya!