sejak bekerja, aku jadi makin akrab sama dunia transportasi umum di Jakarta. dulu semasa sekolah, aku selalu diantar-jemput. berangkat sekolah, pulang sekolah, bimbel, main, semuanya bareng supir keluarga yang setia mengantar kami. jadi aku baru kenal transportasi publik saat kuliah di Bandung. tapi yah, beda kan ya ke mana-mana naik angkot di Bandung sama ke mana-mana naik angkot/bis di Jakarta. tau sendiri lah polusi dan panasnya Jakarta. belum lagi bis dalam kota yang kadang astaghfirullah banget ugal-ugalannya. kadang sering kali rasanya seperti naik roller coaster, dan aku harus berpegangan kencang.
meskipun panas, kadang bersesakan sampai aku kyanya ga bisa napas, kadang aku menikmati juga naik bis loh. duduk di samping jendela yang sedikit terbuka, sambil baca novel. hahaha.. teteup. hiburan lainnya kadang datang dari para pengamen. umm.. to be honest, they are mostly disturbing. suara yang melengking, atau nada yang tidak pas, atau apapun lah. terutama pengamen anak. maaf, aku ga pernah mau ngasih uang kalo ke mereka. aku ga terima aja, anak diperbudak oleh orang tua sendiri. sejak kapan anak usia 3-5 tahun berkewajiban menafkahi orang tuanya yang duduk-duduk di pinggir jalan? the best thing I could do is give something for them to eat. dulu waktu awal bekerja, aku membiasakan diri bawa biskuit eceran. tapi sekarang tidak lagi, karena pengamen anak yang sekarang, well, I don’t like them.
namun demikian, aku punya dua pengamen favorit di bis koantas bima 509 yang kutumpangi. mereka biasanya mengamen di perempatan pasar rebo, sebelum bis masuk tol. salah satu dari mereka, akhir-akhir ini lagi rajin nyanyiin lagu yang awalnya bikin aku deg-degan karena liriknya, tapi di pertengahan lagu bikin aku mengernyit. absurd banget nih lagu ternyata ya..
karena penasaran, akhirnya aku googling, mencari lagu itu.
Kau mau aku apa, pasti kan ku beri
Kau minta apa, akan ku turuti
Walau harus aku terlelap dan letih
Ini demi kamu sayangAku tak akan berhenti
Menemani dan menyayangimu
Hingga matahari tak terbit lagiBahkan bila aku mati
Ku kan berdoa pada Ilahi
Tuk satukan kami di surga nantiTahukah kamu apa yang ku pinta
Disetiap doa sepanjang hariku
Tuhan tolong aku, tolong jaga dia
Tuhan aku sayang dia
lagu ini ternyata judulnya “Doaku untukmu Sayang” dari band Wali. bikin geleng-geleng banget bagian lirik yang aku tandai dengan warna merah. gimana bisa dia berdoa sih kalo udah mati..? walau gimana pun, aku merasa terhibur kalo pengamen yang satu ini yang nyanyi.. thanks ya, Mas.. tapi tolong, lagunya diganti.. 😀