treadmill vs. movie

sekarang ini aku punya sebuah kebiasaan baru. mengumpulkan dvd untuk ditonton sambil treadmill sepulang kantor. dulunya sih, aku nonton Shaun the Sheep sambil treadmill antar 15 – 30 menit. tapi, you know, Shaun the Sheep yang di tv itu masih di situ-situ aja ceritanya, ga berkembang. akhirnya beberapa hari yang lalu, aku mampir ke poins dan ngeborong 11 keping dvd. empat di antaranya adalah si Timmy. kyanya lucu ya? tapi ternyata, ummm.. ga selucu yang kuharapkan mungkin? untungnya sih beli beberapa keping lainnya, yang lucu-lucuan ada, yang girly juga ada.

dua hari yang lalu, pulang dari Thamrin City, aku bela-belain treadmill sejam demi membakar lemak hasil makan siang mie godog itu. betah? tentu saja engga, kalo ga sambil nonton. hehe.. awalnya, aku memutar “Cafe”, tapi kok dari awal udah serius krik krik begitu ya? akhirnya ganti, bahkan belum lima menit, muter One Day. kata seorang teman di kantor sih, this one is a must watch movie. tapi, eh tapi, kok adegannya begitu? hahaha.. ada ibu, euy.. jadi kagok.. ganti lagi deh.. pilihan terakhirnya adalah Mr. Popper’s Penguins. luuuuucu! family movie gitu, yang main si Jim Carrey. aku sebenernya bukan pecinta Jim Carrey, bahkan agak terganggu sama akting-aktingnya. tapi menurutku sih yang ini okey.. 🙂

kemarin, aku memilih sebuah dvd berjudul “From Prada to Nada”. cerita tentang dua orang perempuan kakak beradik yang hidup mewah di sebuah rumah besar. yang lebih tua, ngambil kuliah hukum, cerdas, pendiem gitu. sementara si adik, blondie yang hobi seneng-seneng. scenenya dimulai dengan si kakak lagi baca buku di perpustakaan, sementara si adik sibuk shopping. lalu di satu waktu, mereka buru-buru pulang untuk perayaan ulang tahun ke-55 si bapak. ibu mereka sih udah ga ada. meninggal karena kecelakaan mobil.

lalu, saat si bapak sedang berdansa-dansa dengan kedua putrinya, si bapak terkena serangan jantung dan meninggal. ketika pemakaman, datang seorang laki-laki yang ternyata merupakan saudara tiri kedua gadis itu. saudara tiri hasil perselingkuhan si bapak. *harus ya?* dan pembagian warisan dibacakan. ternyata bapak mereka bangkrut dan hanya meninggalkan sejumlah hutang.

in short, akhirnya dua gadis itu pindah ke rumah tantenya, dan rumah tempat mereka tinggal, dibeli oleh abang tiri mereka. di sinilah, the love story begins. abang mereka ini punya adik ipar cowok, pengacara muda yang sukses gitu. gaaaanteng!! namanya Edward, diperankan oleh Nicholas D’Agosto. uh! meleleh banget ngeliat nih orang.. meleleh liurku maksudnya. even si bunda bilang, “mukanya ganteng baik gitu ya.. ga kya gantengnya si *piiiip*”. si bunda nyebut nama seorang laki-laki kecenganku di masa lalu. bunda.. please deh.. >.<

Nicholas D'Agosto

aku juga suka banget sih liat mukanya dia.. jadi nanti mau ngumpulin dvd film-filmnya yang lain. ada Mardi Gras: Spring Break; Fired Up; Horrible Bosses; sama Final Destination 5. aku mau tiga yang pertama aja, ga mau nonton Final Detination, terima kasih. 🙂

let’s go dvd hunting!

*picture taken from here

teh di hari Rabu

cuaca sedang tak menentu. kadang panas, kadang mendung, kadang terik, kadang dingin mencekik. kemarin sore, sejak pagi, cuaca Jakarta sedang panas. matahari rasanya lagi ceria banget, nyengir lebar sampai-sampai aku dibuat silau olehnya. jaket tebal andalan yang biasa kubawa pun akhirnya aku tinggalkan di kantor. toh cuaca juga sedang panas-panasnya. padahal, menurut prakiraan cuaca, Jakarta akan mengalami cuaca ekstrem beberapa hari ini sejak tanggal 23. extremely hot kalo kemarin mah..

pagi ini, ketika aku hendak beranjak pergi, aku membuka jendela kamar dan baru menyadari bahwa hujan rintik sedang menyapa bumi. tanah pun basah, sisa hujan semalam sepertinya. lalu aku bingung. bawa jaket lain ga ya? aku tidak punya lagi jaket bertudung dan sehangat yang kutinggalkan di kantor.. *kok tiba-tiba kangen selimut ya?*

sekitar jam 10 tadi, tiba-tiba angin berhembus kencang, mengetuk-ngetuk jendela. maaf ya, ngin.. di sini udah cukup dingin, kamu di luar aja.. belum lagi, teman sepermainan si angin, hujan lebat, ikut datang menghampiri. benar-benar membuatku merindukan selimut, guling, dan boneka panda di rumah. jadi, aku memutuskan untuk menyeduh teh, menghangatkan tubuh yang sudah berbalut jaket hangat favoritku itu..

enak ternyata, si dilmah pure green tea.. 🙂 nenangin banget, dan bikin ngaaaantuk.. aku nanya ke Heidy, “emangnya green tea bikin ngantuk ya? kok gw jadi ngantuk banget sih abis minum ini?”. “bikin rileks sih, mungkin lo ga boleh rileks, malah jadi ngantuk”. hoaaahm..

“kok muka gw pucet ya? kya orang sakit ga sih?”, kutanya Heidy sesaat setelah dia mengambil gambarku yang sedang menikmati secangkir besar green tea. “bukan sakit, muka bantal”, jawabnya datar. humm.. tarik bantal aaaah..