my seventh leap year

29 Februari.. satu tanggal yang datang hanya empat tahun sekali. unik ya? subhanallah.. 🙂

hari ini, adalah tanggal 29 Februari-ku yang ketujuh. kalo aku lahir di tanggal ini, tandanya usiaku baru 7 tahun kabisat. hehe.. lucu ya, hitungan usianya jadi “tahun kabisat”. ada nih, adik tingkat di kuliah yang lahirnya di tanggal ini. jadi dia kelahiran 1988 ya? walah, baru sadar, muda bener! #eh?

anyway.. looking back to the leap years I had.. 1988, 1992, 1996, 2000, 2004, dan 2008. tahun 1988 dan 1992, aku masih terlalu muda untuk inget lagi ngapain di tahun itu.

tahun 1996 sih, aku lagi ikut ayah dinas ke Amrik. di tahun ini, aku belajar banyak banget. belajar bergaul dengan orang-orang baru, belajar budaya yang berbeda dengan Indonesia, belajar bahasa Inggris tentunya, dan belajar untuk jadi orang yang lebih terbuka.

tahun 2000, aku masih sedang beradaptasi di sekolah baru, di SLTPN 68 Jakarta. beberapa bulan sebelumnya, aku baru saja pindah ke sana dari sekolahku yang di Aceh. Jakarta, a new life. sebagai anak daerah yang pasti cupu banget, aku bergerak bangkit untuk mengikuti pelajaran di sekolah. meskipun terseok-seok di awal, alhamdulillah aku berhasil lulus dengan nilai yang cukup memuaskan. cukup memuaskan untuk bisa memasukkanku ke salah satu SMA favorit Jakarta Selatan, SMAN 70 Bulungan.

tahun 2004. setelah satu tahun berjuang keras melalui bimbingan belajar, akhirnya aku mendapatkan tempatku di Teknik Fisika ITB. alhamdulillah banget, ngulang satu tahun itu bener-bener membawa berkah untukku. ketemu banyak orang baru, dan jadi bagian dari FT 2004 itu bener-bener merupakan anugrah banget.. 🙂

tahun 2008. di awal tahun ini, aku semakin dekat dengan didik. hampir setiap hari ngobrol sama dia, dan akhirnya jadian di tanggal 24 Februari 2008. lucu banget kalo inget jaman-jaman itu, manis-manis, berantem-berantemnya, itu langsung keluar semua di tahun 2008. ga perlu waktu banyak untuk kita saling tau kya apaan sih kita sebenarnya. dan engga, insyaAllah aku ga menyesal telah memilih dia.. (ummm.. iya kan? *digeplak*) :p

and here we are.. 2012.. 🙂 i’m preparing a wedding now.. insyaAllah 1 bulan lagi. alhamdulillah, aku dikelilingi teman-teman yang luar biasa, dan alhamdulillah juga aku suka banget sama pekerjaanku. hey, pekerjaanku ya, bukan rekan kerja! *tanduknya keluar lagi*

baru sadar, ternyata tahun-tahun kabisat yang telah kulalui, semua menyimpan peristiwa penting, ya.. 🙂 tahun kabisat berikutnya, ada cerita apa lagi ya..? 🙂

hey, you!

jangan mentang-mentang situ senior, situ kira bisa seenaknya ya. dengerin deh, elo tuh ga sempurna. lo kira lo hebat? bisa ngerjain semuanya sendiri? guess what? lo ga bisa! udah kebukti kan? dan betapa ga etisnya elo saat melimpahkan semua tanggung jawab lo itu ke orang lain, tanpa permisi tanpa minta maaf dan tanpa terima kasih? as if lo ga tiba-tiba ngerepotin dengan semua yang lo kerjain sendiri tanpa sepengetahuan orang lain?

tebak lagi, lo ga sempurna. lo tau kenapa? karna lo hidup sendiri! tanpa teman! emangnya elo punya temen beneran di sini, yang mau dengerin keluh kesah elo tanpa basa-basi? emangnya ada yang nganggep elo temen? orang anti-sosial kya elo, yang bahkan ketawa lo aja ga bisa bikin orang lain ketawa? malah bikin gw pengen bekep elo dan masukin elo ke laci biar diem. untuk orang sesenior elo, seSEMPURNA elo, lo itu harus belajar gimana cara bermasyarakat yang baik.

engga, lo ga sempurna. engga, lo ga sehebat itu. engga, we don’t look up to you. ga usah GR, ga usah ke-PD-an. ga usah merasa jadi yang paling hebat. you. are. NOTHING.

[mendadak] nasi goreng

minggu lalu, tepat di tanggal 24 Februari 2012 (empat tahunan aku dan didik), kami bertemu sepulang kantor di PIM. waktu itu dia hanya minum es teler, sementara aku hanya sebotol kecil air mineral. kami berencana makan nasi uduk warung tenda di dekat pasar Bona Indah, dalam perjalanan pulang.

karena satu dan lain hal, akhirnya kami langsung pulang. didik sepertinya saat itu sedang kelelahan, dan belum makan malam. aku berkeliling ruang makan dan dapur, mencari makanan yang bisa didik konsumsi, tapi hanya menemukan sayur capcay yang tidak dia sukai. akhirnya, aku berimprovisasi. nasi goreng, it is. daripada makan mie instan kan?

kali itu aku tersentak. nah loh! gw belum pernah masak nasi goreng selain nasi goreng cabe rawit dan nasi goreng keju! bingung mode on. mana ternyata di dapur tinggal tersisa 1 siung bawang merah pula! bismillah aja deh.. akhirnya beneran, bikin nasi goreng ala kadarnya:

1 siung bawang merah
2 siung bawang putih
1/8 bagian bawang bombay ukuran sedang
terasi, garam, merica, secukupnya
1 daun bawang
3 cabe merah
kecap

nasi goreng seadanya itu, ditambah telur dadar. waktu kucoba, eugh ya bisa dimakan sih, tapi aku ga terlalu doyan. padahal masakan sendiri. alhamdulillah, menurut didik malah enak. hahahaha.. ya udah deh, yang penting dia makan.. hehe.. iya, nanti aku belajar bikin nasi goreng yang bener ya.. ^^