2. Campurkan semua bahan.
breakfast boats
2. Campurkan semua bahan.
sebenernya udah banyak ide kaya gini di internet, tapi hari ini pengen aja nyimpen ide ini di blog.. nemu tutorialnya dari website ini.. gampang banget cara bikinnya.. π mari recycle dan reuse!
lucu kan? ho oh.. yuk, bikin.. lucu buat ngasih temen-temen crafter yang suka jait.. π
Selamat Hari Palang Merah Sedunia, adik-adik PMR, rekan-rekan KSR, dan rekan-rekan yang menggeluti dunia kepalangmerahan.. π
aku sudah bergabung di dalam dunia kepalangmerahan sejak kelas 5 SD melalui “Dokter Kecil”. aku ingat betapa aku merasa senang dan bangga menjadi bagian dari tim kecil kami di sekolah. bersama beberapa teman, aku ikut pelatihan dokter kecil. setelah itu, kami bertugas piket di UKS sekolah setiap jam istirahat, bergantian di antara kami. dulu sih, salah satu alasan aku senang jadi bagian tim adalah karena sahabatku juga ada di situ, dan ada kakak kelas yang ganteng. eh? salah fokus.. :p
kecintaanku pada palang merah tidak padam saat lulus SD. aku dan beberapa teman yang juga jebolan dokter kecil, menghidupkan kembali PMR di SMP kami. karena kami saat itu tidak punya senior, kami latihan dengan bergabung bersama kakak-kakak SMA. seru! tapi karena itu juga, aku malah jadi punya pacar anak SMA.. π kalo dipikir-pikir, ya ampuuun anak kelas 1 SMP pacaran sama anak kelas 1 SMA?? kalo seumuran sekarang sih -iya saya 27 tahun- pacaran sama yang beda 3 tahun normal-normal aja, tapi kalo umur belasan kecil begitu? euh.. *getok kepala si Pipie SMP*
masuk SMA pun, aku langsung masuk PMR. dulu selalu ada demo ekskul di setiap tahun ajaran baru. demonya diadakan di hari terakhir MOS (Masa Orientasi Siswa). aku langsung duduk tegak untuk nonton demo PMR. ga perlu nonton juga sih sebenernya untuk aku masuk PMR. setelah demo selesai, si Pipie anak baru di SMAN 70 itu langsung datang ke Pos PMR untuk mendaftar. tentunya langsung disambut baik sama semua senior di sana. dan saat itulah aku ketemu seorang senior yang akhirnya jadi gebetan selama 5 tahun. buset, 5 tahun gw dicuekin sama dia.. π how stupid was I?
ketika bergabung di PMR SMAN 70, aku tidak diam dan menjadi anggota yang biasa-biasa saja. aku menjadi aktivis PMR, aku memantapkan posisiku di sana sebagai salah satu anggota terbaik. memang sih, aku bukan yang terbaik, tapi aku selalu berusaha melakukan yang terbaik. sakit pun, aku selalu datang latihan. sakit pun, aku selalu hadir di setiap pelantikan, baik sebagai peserta maupun sebagai panitia. saat jadi peserta, aku tumbang di pelantikan pertama. aku berusaha mengikuti semua rangkaian acara pelantikan, tapi akhirnya dipaksa masuk tenda ketika aku tidak lagi bisa bangun saat melakukan push up. saat kedua aku tumbang adalah saat aku jadi panitia pelantikan ketiga. sungguh, itu saat aku bersyukur aku sakit. meskipun hadir, aku tidak harus masuk ke dalam ruangan. aku hanya tidur di mobil. fuhh.. kalo pun ga sakit, kyanya aku tetap ga mau disuruh masuk ke kamar mayat itu.. π¦
petualangan kepalangmerahanku berhenti saat aku kuliah. awalnya aku mendaftar menjadi KSR, tapi kemudian aku sadar bahwa aku tidak memiliki kondisi fisik yang memadai untuk menjadi relawan PMI. sejak didiagnosis dengan vertigo, aku tidak lagi mampu melakukan pekerjaan fisik yang berat. jangankan untuk lulus ujian fisik KSR yang notabene harus berlari keliling Sabuga 10 kali, melewati ujian mata kuliah olahraga untuk lari keliling 4 kali pun aku ga sanggup. akhirnya aku hanya jadi anggota pasif di KSR, dan perlahan-lahan lepas dari KSR ITB.
sekarang kontribusiku untuk kepalangmerahan adalah dengan menerapkan ilmu-ilmu dasar pertolongan pertama dalam hidup sehari-hari, kadang ikut mendukung kegiatan PMR sekolahku, juga dengan sebisa mungkin turut serta dalam acara donor darah.
bismillah.. aku lakukan ini untuk kemanusiaan, untuk agamaku, untuk Tuhanku..
You must be logged in to post a comment.