dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, komitmen didefinisikan sebagai perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu. komitmen yang mau aku omongin sekarang, adalah komitmen dalam ikatan pernikahan. iya, mungkin karena aku masih tergolong baru menikah, hal-hal seperti ini masih fresh banget buatku.
kemaren malem waktu lagi ngerjain kerjaan freelance, aku sambil buka-buka facebook. ntah kenapa jadi kepikiran soal orang-orang masa lalu dalam kehidupan seseorang yang sudah berumah tangga. beberapa orang di masa lalu mungkin dengan sadar diri mundur dari kehidupan kita, tapi bagaimana dengan yang tidak? hey, bisa saja dia datang “hanya” dalam bentuk komunikasi melalui telepon genggam, baik lewat bbm, atau whatsapp, atau apa lah. dan mungkin saja dia datang “hanya” dalam bentuk omongan pekerjaan. padahal sebenernya juga lain kantor, walaupun ada urusan antara kantornya dan kantor kita, ga berarti dia harus ngabarin apa-apa kan? toh ga ada urusan bisnis beneran antara personel yang bersangkutan. oh, iya, aku memang lagi nyindir orang. satu orang spesifik sebenernya. yang rasanya pengen aku tulis namanya supaya bisa muncul di google kalo di-search, dan biar seluruh isi dunia tau kya apaan elo.
nah, tunggu dulu.. di sisi lain, pihak yang sudah terikat dalam pernikahan harus bisa lebih jaga diri. seriusan, kalau kamu yang sudah berkomitmen, pegang teguhlah komitmen itu. kamu tidak hanya berkomitmen pada pasanganmu, tapi juga pada Allah. jadi godaan dari luar itu, harus bisa kamu abaikan. this goes to all of us, termasuk aku. aku juga sudah terikat, jadi aku punya kewajiban lebih untuk menjaga kehormatanku dan suami. the same goes to the male species. right?
buat kamu yang naksir orang yang sudah berkeluarga, cari aja orang lain ya. mundur lah ya. dan untuk kamu yang sudah berkeluarga, jagalah baik-baik dirimu dan keluargamu.. 🙂
You must be logged in to post a comment.