obat batuk beralkohol

bismillah..

sudah beberapa hari ini tenggorokan rasanya kacau sekali, diikuti dengan suhu tubuh yang meningkat di malam hari, kepala yang terasa berat, dan hidung yang mulai meler. this is not good! kemarin-kemarin masih kekeuh maunya minum madu dan jeruk nipis aja. hari ini akhirnya menyerah dan beli obat batuk.

bertahun-tahun, aku terbiasa mengkonsumsi obat batuk woods. bahkan sejak kemasannya masih botol beling, dan hanya ada satu macam. eh, jadi kangen si botol beling kotak itu.. πŸ™‚ nah sekarang kemasannya sudah berubah menjadi botol plastik, dan sudah ada dua macam obat batuk woods, untuk yang berdahak dan batuk kering. aku sih lebih seringnya batuk berdahak ya, jadi biasanya memang beli yang woods biru itu.

anywaaaay.. ceritanya mau menghindari konsumsi alkohol dalam obat. jadi tadi sewaktu membeli via telfon *iya, mesen obatnya buat dianter ke rumah* ke apotek Ajiwaras Karang Tengah, aku minta dicariin obat batuk hitam tanpa alkohol untuk batuk berdahak. si mbak penerima telefon mengiyakan.

datanglah mas-mas pembawa obatku itu (semoga Allah memberkahinya yang sibuk nganterin obat ke mana-mana), dan aku langsung buka tuh obat karena tenggorokan emang gatel banget. humm.. dosisnya 5ml untuk dewasa. kuminum lah 1 sendok teh. bener ga sih? nanti tanya ibu deh.. *kenapa ga nanya dulu baru minum coba? :p* setelah “glek”, kok rasanya mencurigakan ya? agak-agak seger gimanaaaa gitu. baru deh kucek labelnya.. laaaahhh.. alkohol 2%??? *tepok jidat*. main deh ke yufid.com, akhirnya cari info tentang haram atau tidaknya obat batuk beralkohol. dan jawabannya? TIDAK! alhamdulillah.. eh tapi tau gitu sih aku minum woods aja ya.. 😐

penjelasannya ada di sini, di sini, dan di sini. intinya sih begini, aku rangkumin buat yang males baca artikel panjang ya.. *semoga ada yang bantuin aku sewaktu aku lagi males baca*
1. alkohol yang ada di dalam obat itu relatif kecil, dan hanya bekerja sebagai pelarut. maka tidak diharamkan.
2. haramnya khamr adalah karena ia memabukkan. apapun yang memabukkan adalah khamr, bukan alkohol secara spesifik yang diharamkan.
3. ketika hal yang haram/najis dalam jumlah kecil bercampur dengan yang halal/suci dalam Β jumlah banyak, maka haramnya akan hilang JIKA dan HANYA JIKA sifat haram/najisnya telah hilang, seperti rasa, bau, dan warnanya.

kira-kira seperti itu sih. mudah-mudahan cukup bisa dimengerti ya.. jadi alkohol dalam obat itu tidak apa-apa, asal tidak sampai memabukkan, karena yang haram itu adalah yang membuat mabuk. demikian.. πŸ™‚