kurang dari dua minggu lagi, dan tanggung jawab terhadapku berpindah dari tangan ayah ke suamiku, insyaAllah..
aku belum nyiapin kata-kata untuk minta izin menikah menjelang akad nanti. belum sanggup rasanya.. biar nanti saja menjelang hari H baru kusiapkan. aku tau, pasti aku nangis waktu nulisnya.. 😥
orang tua.. betapa pun mereka pernah marah-marah sama kita, atau kita mungkin kesal sama mereka, mereka tetaplah yang terbaik. ga ada yang lebih kenal kita dibandingkan mereka. mungkin tidak ada yang lebih bisa menghadapi kita dibandingkan mereka. pernikahan itu adalah gerbang di mana orang tua melepas anak-anak yang tadinya merupakan tanggung jawab mereka. gerbang pendewasaan bagi kita, anak-anaknya. bagi beberapa orang, ini merupakan perpisahan. tapi perpisahan kan hanya secara fisik, seharusnya tidak berlaku untuk hati dan jiwa kita. justru dengan adanya pernikahan, kita harus meningkatkan bakti kita kepada orang tua.
aku pribadi, sebagai perempuan, punya kewajiban untuk mengikuti suamiku kelak. tapi kewajibanku sebagai anak pun tidak lepas dari orang tuaku. aku masih tetap wajib menyenangkan dan berbakti pada mereka, iya kan? jadi, carilah suami yang menyayangi kedua orang tuanya, dan juga menyayangi kedua orang tua kita. insyaAllah nantinya si istri tidak harus berada dalam dilema antara mengikuti suami dan berbakti pada kedua orang tua.
aku ga tau gimana caranya membalas budi kedua orang tuaku.. semua support yang mereka berikan ke aku, materiil dan moril, bener-bener ga bisa kubalas dengan apapun rasanya.. udah sebesar ini pun, kalo aku sakit perut karena tamu bulananku, ibu masih setia nemenin aku.. sekarang ini dengan radang tenggorokan, ibu masih juga mau nyuapin madu + jeruk nipis untukku.
Ayah, Bunda, semoga kita berumur panjang supaya bisa terus memperbaiki dan meningkatkan ibadah kita padaNya.. semoga aku juga diizinkan untuk berbakti kepada kalian berdua.. :’)