bulir kata dan air mata..

curhat.. perempuan memang hobi curhat kan? termasuk saya.. tapi sekarang, saya sudah mulai mengurangi “hobi” itu.. tidak lagi menuangkan perasaan dengan mudahnya di social media.. saya juga tidak membuat akun twitter karena khawatir jadi semakin tidak terbendung..

kali ini, saya menutup mulut saya rapat-rapat.. hanya tersenyum mendengarkan, dan sesekali menganggukkan kepala, merespon ceritanya.. adalah seorang teman perempuan di kantor, yang pagi ini datang ke kubikelku, dan bercerita.. bibirnya tersungging, melukiskan senyuman di wajahnya, namun mata besarnya basah.. sepasang mata yang biasanya terbingkai sebuah kacamata, hari ini terlihat lebih lepas dan ekspresif dengan soft lens cokelatnya.. saya tidak tahu menahu mengenai soft lens, apakah soft lens akan rusak atau menyakiti matanya jika ia mengeluarkan terlalu banyak cairan dari matanya? untungnya tidak.. 🙂

saya hanya mendengarkan ceritanya.. cerita yang membuat saya pun menggali memori dalam kepala saya.. sedikit berbeda, namun sedikit banyak, saya bisa merasakan apa yang teman saya ini rasakan.. bedanya, saya sudah mantap memilih, sementara teman saya belum..

pilihlah, saudariku.. pilih dengan hatimu.. biarkan Allah yang tunjukkan mana yang terbaik untukmu, hidupmu, dan agamamu.. tundukkanlah kepalamu padaNya, dan Allah akan membimbingmu melewati semua ini.. aku ada di sini untuk menampung air mata dan senyummu.. 🙂