beberapa hari ini, aku seperti terjebak dalam pusaran kenangan yang terus menghisapku masuk. ntah bagaimana awalnya, tapi kemarin malam, setelah berhari-hari bermelankolis ria mengenang semua hal *dan orang* di masa lalu, aku akhirnya memutuskan untuk, “cukup sudah, Pie. ga baik buat kesehatan hatimu”.
sejak dulu, aku memang tipe orang yang sering menuliskan perasaanku ke dalam buku. mungkin sejak SMP, jaman-jamannya cinta monyet itu. sayangnya, buku harian SMPku yang menceritakan tentang cinta-cinta monyet ga jelas itu udah ga tau ada di mana.. bukannya ga disimpen, malah dulu disimpen rapi banget dalam kotak, bersama barang-barang lain yang mengingatkan aku pada si cinta monyet. tapi kyanya kotak itu dibakar sama ayah, atau mungkin sekadar dibuang. mudah-mudahan sih dibakar.. 🙂
dua hari yang lalu, menjelang tidur, aku sempat menatap lama deretan buku di dalam rak kamar. dan akhirnya iseng ngambil satu buku hardcover bersampul pink. yaa.. semuanya memang hardcover pink sih, tapi yang ini benar-benar buku tulis hardcover yang kusampul sendiri. buku apa itu? buku harianku! ya, salah satu buku harianku yang kusimpan. buku ini kutulisi sejak lulus SMA, di masa-masa menganggur sambil bimbel, hingga akhirnya kuliah sampai tingkat 2.
lucu banget rasanya, kembali tenggelam ke memori masa lalu. ketemu si ini, ada kejadian begitu. duh, macem-macem deh. cerita-cerita ospek, waktu aku nangis di depan perpustakaan pusat dan langsung disamperin sama temen seangkatanku. kyanya dia deh yang pertama kali ngeh kalo ada yang salah sama aku waktu itu. dan dia yang akhirnya juga menggerakkan teman-teman perempuanku untuk mengerubungi dan menemaniku. ada juga cerita tentang orang yang kusukai saat tingkat 1 dulu. konyol banget. bahkan waktu itu sebenarnya aku ragu sama dia, kenapa juga masih ditaksir sih? :p ada lagi, “lamaran” pertama yang kudapat. “kamu mau ga jadi calon istriku?”. itu cara nembak yang aneh deh.. hahaha..
tadi malam, setelah menghabiskan membaca buku tulis bersampul pink itu, aku beranjak ke buku lainnya. dengan cover pink juga tentunya, tapi buku yang ini khusus kubuat jadi buku harian. aku bikin di tukang fotokopian, dengan kertas putih bergaris, yang disisipi kertas pink di setiap beberapa halaman. cover depannya gambar selimut bayi berwarna pink, dan ada sketsa wajahku di pojok kanan bawah. begitu kubuka, damn. ini buku harian yang pasti akan menyakitiku. tentang laki-laki masa lalu yang sampai sekarang pun aku enggan berkomunikasi lagi dengannya. laki-laki yang mencampakkanku demi.. demi apa sih? ego lo aja kan?
buku itu akhirnya aku kembalikan ke rak, tanpa kubaca hingga tuntas. aku sudah bisa berdamai dengan hatiku, aku tidak mau lagi laki-laki itu mengotori hatiku dengan dendam dan amarah karena dia.
hati-hati, jangan terlalu bahagia dalam kenangan.. namanya juga kenangan, sudah terlewati.. yang kita harus lakukan justru apa yang sekarang sedang kita jalani ini kan? tapi, gimana ya.. kenangan indah juga tetap bakal bikin senyum kok, meskipun dalam hati meringis.. :’)

You must be logged in to post a comment.