“This isn’t good bye..”

“this is a ‘see you later, guys..’ “.

that’s what she said a couple of days before her last day at the office 🙂 and today, her desk is.. not empty, but she isn’t there. she’s my office bestie. she’s my bestie. can you imagine how I feel without her here? one word: weird.

memang sih, selalu ada perpisahan setelah pertemuan. tapi kok ya cepet banget sih? semua kyanya berasa bergerak terlalu cepat aja. iya, aku memang mendoakan supaya dia cepat menikah. dan benar saja, dia tiba-tiba dilamar, dan langsung menikah dalam jangka waktu 3 minggu. semua yang serba mendadak. dan kepindahannya pun sedikit mendadak. pertama kalinya dia bilang akan pindah ke Bandung bulan Maret, aku kira maksudnya hingga 31 Maret, tapi ternyata maksudnya per 1 Maret. kemudian, karena beberapa hal mengesalkan yang enggan kusebutkan di sini, dia akhirnya memutuskan untuk mempercepat kepindahannya. jadilah, 20 Februari 2012 sebagai hari terakhirnya bekerja di sini.

there was only a hug. not too long. ntah kenapa, dia memilihku untuk dipeluk terakhir. aku merasa beberapa pasang mata memperhatikan kami, aku merasakan bahunya terguncang dalam pelukanku, dan akhirnya air mataku pun ikut menetes. tidak, tidak lama. karena aku tahu, kami berdua bisa saja larut dalam tangis, atau kami bisa saling melepas dengan senyum. iya, kan?

let’s do this LDF, shall we? 😉

a gift for Dimas

Dimas’ wedding day is days ago, but he just came back to the office.

waktu itu hari Selasa, dan aku lagi dalam mood yang saaaaaangat buruk. nangis semalaman, dan di kantor pun masih tetap bercucuran air mata kadang-kadang.. tapi hari itu, divisiku mau ngasih kado ke Dimas, yang artinya, i have work to do. bungkus kado dan bikin kartu. duh, gimana mau berkreasi ya dengan mood kya gitu.. untungnya, si kado yang mau dikasihin, bentuknya kotak karena pake dus. easy peasy on the wrapping. next, kartu. duh, males banget deh.. but I had to.. jadi akhirnya ngeprint kartu2 kecil yang harusnya sih jadi gift tag, dan nempelin kartu2 itu ke kertas yang keras, digunting sesuai ukuran, dan aku bagikan ke orang-orang yang ikut patungan. jumlahnya pas banget delapan orang, dan aku pas banget punya template dua kali empat kartu, total: delapan.

kartu-kartu dari tim sosial

kartu-kartu dari tim eksakta

terus, tadinya si kartu-kartu ini mau aku bolongin di pojokan atas, terus diiket pita.. tapi abis itu ga tau juga sih mau diapain lagi..

kartu-kartu buat Dimas

akhirnya, karena kyanya aneh kalo digituin, si kartu-kartu itu aku tumpuk dan kuiket jadi satu pake pita..

kartu-kartunya diikat seutas pita ungu

dan kado untuk pengantin baru siap diantarkan.. 🙂

kado untuk pengantin baru..

semoga jadi keluarga yang bahagia dunia akhirat ya.. 🙂 doain aku menyusul dengan lancaaaar.. 😀

melipat uang: kupu-kupu

tadi sore iseng-iseng blog walking, dan nemu blog crafter lagi.. namanya.. ummm.. namanya siapa ya? hahaha.. di blognya sih, tulisannya novyalfee, tapi aku ga tau panggilannya siapa.. *maaf.. >.<*

ngebaca blognya, beuuhh.. iri! tipe-tipe crafter yang rajin nge-blog dan berbagi tutorial gitu.. seru aja menelusuri blog dia.. bikin tangan jadi gatel dan pengen crafting lagi.. udah berapa lama ya sejak aku main-main craft? 😦

anyway.. karena tadi bosen ngecek indeks *yang ternyata masih banyak banget yang kelewat sama setternya*, akhirnya tenggalam lah aku dalam blognya. dan nemu satu postingan yang bisa langsung aku kerjain karena bahannya gampang. uang! hihi… jadilah, aku ngikutin step-stepnya di sini, dan ngebikin tuh kupu-kupu yang ternyata susah yak..

hasilnya, jadi bgini nih..

uang bentuk kupu-kupu

ummm… hehehe.. bentuknya beda ya sama yang dikasih di tutorial? :p